Tidak Menyerah = Probabilitas Sukses Naik

Alkisah terdapat seorang anak muda yang ingin mengambil permen stroberi dalam sebuah toples. Sayangnya, dalam toples itu berisi tidak hanya permen stroberi serta bungkus toples tersebut hitam sehingga anak muda tidak dapat melihat. Toples itu berisi 100 permen dan jumlah permen stroberi hanya satu. Permen yang lain adalah permen melon yang berjumlah 99 permen. Maka, probabilitas anak muda tersebut mendapat permen stroberi dalam satu kali percobaan adalah 1/100. Sangat kecil. Anak muda tersebut akhirnya mencoba mengambil satu buah permen. Dalam percobaan pertama permen yang dia dapat adalah permen melon. Dia gagal.

Tetapi

Apabila anak muda tersebut berusaha mencoba lagi untuk mengambil permen yang dia inginkan, probabilitasnya untuk mendapat permen stroberi akan naik. Di dalam toples saat ini terdapat 99 permen. Satu permen stroberi dan 98 permen melon. Satu permen melon telah terambil pada percobaan pertama. Maka, probabilitas anak muda untuk mengambil permen stroberi naik menjadi 1/99. Apabila dia gagal dan mencoba lagi probabilitasnya akan naik menjadi 1/98 pada percobaan ketiga. Apabila dia gagal dan mencoba lagi probabilitasnya akan naik menjadi 1/97 pada percobaan keempat.

“Habiskan jatah gagalmu selagi masih muda.”

Apabila saya asumsikan bahwa semua manusia didunia ini dilahirkan dalam kondisi yang sama. Potensi yang sama. Maka hukum probabilitas diatas seharusnya juga berlaku bagi kesuksesan hidup tiap-tiap manusia. Einsten pernah ditolak untuk memasuki sekolah sebelum merumuskan teori relitivitas. Edison berkali-kali gagal sebelum menemukan lampu. Shakespare pernah kesulitan membaca sebelum menulis Romeo dan Juliet. Begitupun aku, kamu, kita. Kita semua pernah mengalami kegagalan. Kamu tahu sekali akan hal itu.

Tetapi

Ada satu hal yang membedakan antara Einsten, Edison, Shakespare, dan kita. Einsten, Edison, Shakespare tidak menyerah hingga mendapatkan permen stroberi nya. Hingga mencapai tujuan yang dimilikinya. Karena menyerah adalah tindakan yang tidak logis dan irasional. Mengapa kita menyerah apabila probabilitas sukses kita terus naik?

Semoga kita semua tidak pernah menyerah

Yogyakarta, 2 Juni 2016

A Najmi Ramadhani

MenyusunJejak.tumblr.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s