#SEALS: William, Will I am?

lone_samurai_by_nkabuto-d5lw21h

“Walau masa lalu tidak bisa lagi diubah, masa depan ada di tangan kita sendiri.” – William Tanuwijaya

Bandung, 20 April 2016

Southeast Asia Leaders Summit adalah kepanjangan dari SEALS. Puji syukur karena saya dapat memperoleh kesempatan mereguk ilmu dari leaders dan entrepreneurs yang sudah berpengalaman pada bidangnya masing-masing.

Pada hari pertama, berlangsung konferensi yang bertempat di Auditorium Universitas Padjadjaran. Terdapat beragam pembicara, seperti: Dede Yusuf, Ridwan Kamil, dan banyak lagi. Tetapi hanya dua pemateri yang dapat menarik perhatian saya. Kang Emil (Ridwan Kamil) dan Pak William.

Kang Emil merupakan Walikota Kota Bandung. Ah, sudahlah. Pasti kalian semua tahu betul bagaimana tindak-tanduk dari walikota satu ini. Terkenal dengan kedekatannya dengan pemuda, ditengah materi yang disampaikannya dia berkelakar

“Bandung adalah kota dengan rasio orang bahagia tertinggi di Indonesia. Kalaupun ada yang tidak bahagia, itu disebabkan tiga hal, (1) memiliki hutang, (2) skripsi bab 2 mulu, (3) gebetan ditikung temen.” – Kang Emil

Pada tulisan ini saya tidak akan bercerita banyak tentangnya. Karena ada orang lain yang lebih menarik perhatian saya. Poin utama yang saya tangkap dari pemaparan Kang Emil adalah

“Level tertinggi manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Kalaupun belum bisa bermanfaat, please jangan nyusahin orang lain.” – Kang Emil

Ya. Itulah beliau. Unik. Segar. Muda.

Tapiiii, ini orang menurut saya lebih menginspirasi, namanya William Tanuwijaya. Pak William merupakan founder dan CEO dari Tokopedia.

Bagaimana bisa ada yang lebih keren daripada Kang Emil?

Bisa! Pernah nggak denger seorang teman yang sudah lama nggak ketemu lalu suatu saat bertemu untuk saling cerita pengalaman masing-masing?

Pernah sih, seru banget namanya juga temen lama, intimacy nya oke.

Hal itu pula yang saya rasakan saat mendengar pemaparan beliau tentang masa lalu dan visinya.

Beliau lahir di desa kecil di pedalaman Sumatra (saya sedang malas riset, cari sendiri ya). Kedua orang tua nya termasuk keluarga yang pas-pasan. William muda adalah sosok yang introvert dan gemar memendamkan kepalanya ke dalam buku (read: hobi baca). Pada masa sarjana nya dia mengambil studi teknik informatika. Dituntut untuk dapat memiliki uang tambahan, beliau memilih untuk menjadi tukang penjaga warnet, dari jam 9 malam ke 9 pagi.

“Internet mengubah hidup saya.” – William Tanuwijaya

Memiliki waktu yang sangat banyak dihadapan internet, beliau memanfaatkannya semaksimal mungkin. Baginya, dunia sudah ada di layar berukuran 14 inch.

Lulus kuliah kemudian melamar kerja di sebuah perusahaan. Beliau merasa bidang yang ia sedang ada didalamnya (operator sms) kemudian hari akan tergantikan dengan keadaan internet. Akhirnya ia mencoba untuk membuat suatu bentuk marketplace online, yang didalamnya UMKM dan calon pembeli dapat melakukan transaksi.

Episode yang paling menarik dari perjuangannya mendirikan Tokopedia adalah saat fase pencarian investor.

“Kamu ada contoh nggak, orang Indonesia yang bikin bisnis online lalu sukses?” – Calon investor Tokopedia

Pak William tak dapat menjawabnya. Bisnis daring seperti ini memang baru pada tahun tersebut. Atas kegigihannya, akhirnya dipertemukanlah beliau dengan investor pertamanya. Sangat menarik saat beliau memberikan filosofi bambu runcing dalam pengalamannya ini. Bambu runcing adalah tanda perseverance (ketekunan, kebulatan tekad). Mungkin Anda baru mendengar nama Tokopedia akhir-akhir ini saja. Satu hal yang seharusnya Anda ketahui, Tokopedia telah dibangun sejak tahun 2009. Mimpi butuh proses.

Terima kasih pak William atas ajaran determinasi dan kerendahan hatinya.

Will I am?

Iklan

Satu pemikiran pada “#SEALS: William, Will I am?

  1. Dulu William ga punya sosok yg bisa dijadikan panutan untuk bisnisnya.

    Sekarang? Seluruh anak muda ingin menjadi dirinya. Sukses di dunia startup, bahkan bisa mengembangkan masyarakat Indonesia dan menggerakan ekonomi Indonesia pula.

    Sangat inspiratif‚̧

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s