Integritas Itu (Masih) Penting

jujur

Dimuat di Selasar.com

Suatu hari, terdapat mahasiswa yang baru turun dari sepeda motornya. Dia bergegas menuju ke fakultasnya karena telah membuat janji dengan seorang teman. Ketika sampai di tempat, dia mengirim pesan kepada temannya.

“Lu di mana? Gue sudah di tempat, nih.”

Dia menunggu selama beberapa menit. Menit berubah menjadi jam. Akhirnya, ada pesan masuk.

“Sori banget, Bro. Ini baru sampai kos. Kita tunda dulu aja, ya, janjiannya. Gue harap lu bisa ngerti. Sori, Bro.”

Begitulah kira-kira potret anak muda sekarang. Seenak hati membuat janji, seenak hati pula membatalkannya. Dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen R. Covey menjelaskan peristiwa ini sebagai penarikan deposito kepercayaan yang sangat besar. Trust atau kepercayaan merupakan faktor terpenting dalam menjalin sebuah hubungan. Kejadian ini tidak hanya terjadi pada hubungan yang levelnya mikro.

Dalam perspektif yang jauh lebih besar, kejadian ini juga terjadi pada kalangan politik negeri ini. Diketahui, Surya Paloh selaku Ketua Umum pernah berjanji tidak akan mengevaluasi keberadaan Partai Nasdem bila ada kadernya yang tersangkut korupsi yang ditangani oleh pihak penegak hukum.

“Tidak layak Partai Nasdem dipertahankan,” demikian tegasnya usai membuka pembekalan caleg Partai Nasdem, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin 3 Juni 2015.

Pada pertengahan Oktober 2015, muncul berita yang mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella. Lalu, bagaimana kondisi Partai Nasdem saat ini? Anda dapat melacaknya sendiri.

“…betapa mudahnya masyarakat kita mengucapkan suatu janji tanpa memikirkan kemungkinan ia dapat menepatinya.”

Hal yang ingin saya soroti disini adalah betapa mudahnya masyarakat kita mengucapkan suatu janji tanpa memikirkan kemungkinan ia dapat menepatinya. Kehilangan kepercayaan merupakan suatu bencana yang besar bagi individu maupun kelompok. Kepercayaan adalah pondasi yang dibutuhkan sebelum kita terlalu jauh membahas inovasi, kerja sama, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana agar orang-orang dapat mempercayai kita?

Jawabannya hanya satu kata, yaitu: integritas. Integritas merupakan kesesuaian atau konsistensi antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan. Qur’an surah As-Saff ayat 2-3 memiliki arti:

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Saya menawarkan sebuah kisah yang unik sekaligus dapat mengingatkan kita untuk selalu menjaga sikap integritas ini. Suatu hari, seorang ibu mengajak anaknya bertemu dengan Mahatma Gandhi. Pada saat itu, Gandhi terkenal akan nasihatnya yang efektif lagi solutif. Ketika sampai di kediaman Gandhi, sang Ibu mengatakan, “Tolong nasihati anak saya. Dia sangat suka makan garam. Padahal, itu tidak baik untuk kesehatannya saat ini.” Gandhi malah menyuruh ibu dan anaknya ini untuk pulang dan kembali ketempatnya lagi satu minggu ke depan.

Setelah satu minggu, seperti yang dikatakan oleh Gandhi, sang Ibu kembali mengunjungi kediaman Gandhi untuk minta nasihat. Di sana, Gandhi menjelaskan panjang lebar pada sang anak agar tidak memakan garam lagi. Sebelum pulang, sang Ibu bertanya,”Mengapa minggu lalu kamu menyuruh kita pulang terlebih dahulu?” Gandhi menjawab, “Karena pada saat itu aku sendiri juga sedang memakan garam.”

Ketika membaca kisah ini penulis tersenyum. Tidak heran Mahatma Gandhi terkenal dengan kutipannya yang berbunyi,

“Jadilah perubahan yang ingin kamu lihat dari dunia.”

Milikilah integritas. Kemudian, jadilah bagian dari perubahan.

Iklan

2 pemikiran pada “Integritas Itu (Masih) Penting

  1. wah mantap mi, feb banget ya isinya. hehe, pegang kukuh tu 7 habit untuk survive di feb ugm, apalagi sebagai calon mapres feb 🙂 aseekkk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s